Merangkum Semua Peristiwa
Indeks

Babak Baru Kericuhan di Kalibata, Pelaku Pembakaran Ditangkap Megapolitan 1 Januari 2026

Babak Baru Kericuhan di Kalibata, Pelaku Pembakaran Ditangkap
Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kericuhan yang terjadi di Jalan Raya Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis (11/12/2025) lalu telah memasuki babak baru.
Setelah dua pekan berlalu, akhirnya polisi menangkap pelaku perusakan dan pembakaran.
“Kami infokan bahwa untuk pelaku pembakarannya kami sudah melakukan penangkapan, dan sedang proses pengembangan terhadap tersangka lainnya,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, dalam Rilis Akhir Tahun 2025 Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).
Namun Iman belum membeberkan lebih banyak tentang jumlah pelaku yang ditangkap.
Kericuhan ini terjadi bukan tanpa alasan. Sore hari di parkiran Taman Makam Pahlawan (TMP)
Kalibata
, terjadi pengeroyokan terhadap dua mata elang.
Para pelaku yang berjumlah enam orang kemudian terungkap sebagai aparat kepolisian dari satuan pelayanan markas Mabes Polri.
Salah satu mata elang tewas di tempat, sementara satu orang lagi sempat dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi kritis, tapi berakhir tak tertolong.
“Kedua orang yang bertugas sebagai mata elang ini dianiaya dan dikeroyok sampai satu meninggal di tempat dan satu lagi meninggal di rumah sakit,” ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, Jumat (12/12/2025).
Adapun pengeroyokan ini terjadi karena salah satu pelaku tak terima sepeda motornya akan ditarik oleh kedua korban. Ia memanggil teman-temannya untuk menyelesaikan konflik itu.
Ketika matahari sudah terbenam, kericuhan pun dimulai sebagai imbas dari amarah kelompok yang mengaku sebagai teman-teman dari kedua korban.
“Mereka meminta kalau bisa yang mengeroyok itu diserahkan ke polisi. Namun, tidak mendapatkan informasi,” ujar Nicolas.
Saat itu mereka belum tahu siapa pelakunya, sehingga menyasar pedagang dan warga sekitar TKP yang mereka duga terlibat dalam pengeroyokan ini.
KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Pedagang di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan yang tengah mengais puing-puing sisa bangunan kiosnya yang dibakar dalam kerusuhan pengeroyokan debt collector, Sabtu (13/12/2025)
Kericuhan itu terjadi dua kali di malam yang sama. Kericuhan pertama, sekelompok pria itu merusak tenda-tenda PKL, memecahkan kaca kios, hingga membakar sepeda motor yang terparkir di sana.
Kemudian polisi datang untuk membubarkan mereka. Anggota Brimob berjaga di sekitar lokasi, dan melakukan penyisiran ke sekitar area Kalibata.
Sekira pukul 22.00 WIB, kemarahan mereka pecah lagi. Kini kios-kios dibakar tanpa ampun. Akibatnya, sembilan kios jadi korban dengan dua di antaranya mengalami kerusakan parah.
“Jumlah objek yang terbakar ada sembilan kios, dugaan pembakaran menggunakan bensin,” kata Kasudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, saat dikonfirmasi, Jumat (12/12/2025).
Selain itu, ada enam unit sepeda motor dan satu mobil yang ikut dibakar malam itu.
Syukurnya tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugiannya ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Meski tak ada korban jiwa, beberapa pedagang nyaris hangus terpanggang di dalam kios mereka.
Seperti Andi (66) yang terjebak di dalam kiosnya bersama tiga karyawannya.
Mulanya mereka diminta tetap diam di dalam kios agar tidak menjadi sasaran penyerang. Namun begitu api membesar, Andi pun mencari jalan keluar di belakang kiosnya.
“Saya pikir mereka ada yang masih baik,
debt collector
-nya. Nah begitu kami tutup malah kami yang dibakar kan. Nah, kalau kami diam saja di sini ya mungkin kami jadi sate di dalam,” jelas Andi.
Hanifah Salsabila Rilis pengungkapan kasus pengeroyokan mata elang di Pancoran Jakarta Selatan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (12/12/2025).
Mereka membobol dinding kios yang terbuat dari kayu lalu memanjat tembok gedung BPSDM Kemendagri.
Andi mengalami banyak luka gores di kaki dan tangannya karena tersangkut kawat yang dipasang pada dinding.
Mereka pun lari sampai ke Jalan Pramuka untuk mencari pertolongan.
Akibat kejadian ini, pedagang mengalami kerugian hingga ratusan juta per orangnya.
Mereka terpaksa menutup usahanya untuk beberapa waktu. Namun ada pula yang memutuskan pulang kampung karena merasa rezekinya sudah mati di tempat itu.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.