Ahli Forensik Tak Temukan Tanda Kekerasan pada Siswa SMPN Tangsel yang Meninggal
Tim Redaksi
TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com
– Ahli forensik menyatakan hasil pemeriksaan MRI di RS Fatmawati tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh siswa SMPN Tangerang Selatan (Tangsel) yang meninggal dunia dan sebelumnya diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelasnya.
Kesimpulan tersebut disampaikan ahli forensik RSUD Kabupaten Tangerang, Liauw Djai Yen, berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan terhadap korban.
“Dari hasil MRI yang dilakukan di RS Fatmawati tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” ujar Liauw saat konferensi pers di Polres
Tangerang Selatan
, Rabu (31/12/2025).
Dari hasil pemeriksaan forensik, korban diketahui memiliki tumor di bagian kepala. Dari tumor tersebut, menimbulkan pendarahan parah yang menyumbat saluran cairan di otak.
Hal inilah yang menyebabkan gangguan pernapasan yang akhirnya berujung pada kematian.
“Dapat disimpulkan bahwa sebab kematian pasien akibat sebuah tumor di bagian kepala,” kata Liauw.
Sementara itu, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Viktor Ingkiriwang mengatakan, polisi melakukan penyelidikan secara menyeluruh dengan memeriksa total 15 saksi dari berbagai pihak.
“Saksi-saksi yang kami periksa terdiri dari pihak sekolah, rumah sakit, teman sekelas korban, terduga pelaku, serta orang tua dan keluarga korban,” kata Viktor.
Penyelidikannya juga dilakukan menggunakan metode
scientific crime investigation
dengan melibatkan enam orang ahli.
Adapun enam orang ahli yang dilibatkan, yakni dokter spesialis mata, dokter spesialis anak, dokter spesialis neurologi, dokter umum, dokter spesialis forensik RSUD Kota Tangerang Selatan, serta ahli pidana.
“Kami melibatkan enam orang ahli karena penyelidikan ini harus komprehensif dan berbasis bukti ilmiah,” jelas Viktor.
Berdasarkan kesimpulan tersebut serta adanya kesepakatan antara keluarga korban dan keluarga terduga pelaku pada Senin (8/12/2025), polisi memutuskan untuk menghentikan penyelidikan dugaan kekerasan terhadap anak di SMPN
Tangsel
.
Diketahui, MH diduga menjadi korban perundungan pada 20 Oktober 2025, ketika kepalanya diduga dihantam kursi besi oleh teman sekelasnya.
la mengalami luka serius dan sempat dirawat di rumah sakit swasta di Tangerang Selatan, sebelum dirujuk ke RS Fatmawati pada 9 November 2025.
Kondisinya terus menurun dan ia masuk ICU dengan intubasi sejak 11 November, hingga meninggal pada Minggu pagi.
Kabar duka itu pertama kali dibagikan LBH Korban yang mendampingi keluarga.
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.
Ahli Forensik Tak Temukan Tanda Kekerasan pada Siswa SMPN Tangsel yang Meninggal Megapolitan 1 Januari 2026
/data/photo/2017/12/31/2922535728.jpg?w=400&resize=400,225&ssl=1)
/data/photo/2021/08/09/6110cd19d9bf8.png?w=400&resize=400,225&ssl=1)
/data/photo/2026/01/01/6955d6e18d500.jpg?w=400&resize=400,225&ssl=1)
/data/photo/2025/10/11/68ea604a9ae57.jpeg?w=400&resize=400,225&ssl=1)
/data/photo/2025/12/31/695532af30bd1.jpg?w=400&resize=400,225&ssl=1)
/data/photo/2026/01/01/6955bdfe5d197.jpg?w=400&resize=400,225&ssl=1)