Merangkum Semua Peristiwa
Indeks

Serba-serbi Tahun Baru di Bundaran HI: Drone, Hujan dan Kembang Api yang Tetap Muncul Megapolitan 1 Januari 2026

Serba-serbi Tahun Baru di Bundaran HI: Drone, Hujan dan Kembang Api yang Tetap Muncul
Editor
JAKARTA, KOMPAS.com
– Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, kembali menjadi magnet warga pada malam pergantian tahun 2025 ke 2026.
Meski sebelumnya diumumkan tanpa pesta
kembang api
, kawasan jantung ibu kota tetap dipadati pengunjung yang ingin merayakan tahun baru dengan berbagai cara, mulai dari konser musik, atraksi drone, hingga kemunculan kembang api di sejumlah titik.
Sejak Rabu (31/12/2025) sore, arus warga dari berbagai daerah terus mengalir ke kawasan
Bundaran HI
.
Lampu panggung, dentuman musik, dan kerumunan manusia membentuk atmosfer khas malam tahun baru.
Sebagian pengunjung datang bersama keluarga, sebagian lain bersama pasangan atau teman, sekadar ingin merasakan pergantian tahun di ruang publik.
Bagi sebagian warga, ketiadaan kembang api sejak awal tidak menjadi alasan untuk membatalkan rencana.
Ulfah (32), warga Jakarta Timur, memilih datang bersama suami dan anak-anaknya.
“Iya lihat yang ramai-ramai aja biar anak senang, Jadi biar tahun baruan di luar rumah aja,” kata Ulfah saat ditemui di Bundaran HI, Rabu.
Ia mengaku memahami kebijakan peniadaan kembang api yang dikaitkan dengan empati terhadap korban bencana di Sumatera.
“Iya sedih lah, kasihan. Makanya enggak ada kembang api kan berdasarkan informasi. Makanya biar cepat berlalu lah, biar pulih lagi,” ucap dia.
Antusiasme serupa disampaikan Fahmi (30), warga Cipete, Jakarta Selatan.
Ia sejak awal berniat menunggu puncak acara malam tahun baru, terutama untuk menyaksikan
pertunjukan drone
.
“Paling nanti lihat pas acara puncak tahun barunya mau lihat drone,” kata Fahmi.
“Walau enggak ada kembang api sih saya tetap excited ya, karena tadi adanya drone ini sebagai pengganti. Saya rutin sih memang tiap tahun baru mesti ke HI, enak aja di HI seru, rame gitu,” ujarnya.
Pertunjukan drone menjadi salah satu daya tarik utama malam itu.
Ribuan pasang mata menatap langit Jakarta, menyaksikan atraksi visual yang jarang hadir dalam
perayaan tahun baru
sebelumnya.
Rendi (27), warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengaku sengaja datang karena penasaran dengan konsep tersebut.
“Biasanya tiap tahun ke sini buat lihat kembang api. Tahun ini pengin lihat drone karena katanya beda dan lebih modern,” ujar Rendi.
“Tetap seru-seru aja sih ada panggung musik juga, dan memang kita mau lihat atraksi drone penasaran,” katanya.
Bagi keluarga yang membawa anak-anak, atraksi drone dinilai lebih nyaman. Maya (34), warga Depok, datang bersama suami dan dua anaknya.
“Anak-anak belum pernah lihat pertunjukan drone langsung,” kata Maya.
“Anak jadi nanya-nanya, itu drone-nya berapa, terbangnya gimana,” sambungnya.
Sementara itu, Fajar (22), warga Bekasi, menilai konsep ini bisa menjadi tren ke depan.
“Kalau cuma nongkrong sebenarnya bisa di mana aja. Tapi drone ini kan momen,” ucapnya.
“Lebih kreatif sih. Kota-kota besar lain di luar negeri juga banyak yang pakai drone show,” katanya.
Antusiasme juga datang dari pengunjung luar Jakarta. Abdul Wahid (25), yang tengah berlibur dari Maluku, memilih Bundaran HI sebagai lokasi merayakan tahun baru bersama keluarga.
“Seru sih Mas, seru, rame gitu. Momen lah, momen buat tahun baru gitu,” kata Abdul Wahid.
Ia menilai absennya kembang api sejak awal bukan persoalan utama.
“Ya nggak apa-apa sih, lagian kan tahun baru itu kan enggak harus dengan apa kembang api gitu,” ujarnya.
Abdul Wahid berharap doa untuk korban bencana tetap mengiringi perayaan.
“Pesan saya sih Sumatera cepat pulih gitu ya. Karena kita sebagai warga negara Indonesia gitu melihat provinsi kita, sahabat kita susah, kita lagi senang-senangnya gitu,” ucap dia.
Sementara itu, Muhammad Fadil, pengunjung asal Banten, datang bersama kekasihnya, Tari. Ia mengaku sudah sering menghabiskan malam tahun baru di Bundaran HI.
“Biasa aja sih kayak orang normal aja (tahun baru di Bundaran HI), tahun kemarin juga udah pernah ke sini, memang udah sering ke sini,” kata Fadil.
Tari mengaku tertarik datang karena ingin menyaksikan penampilan musisi favoritnya.
“Yang ditunggu itu konser lagunya, mau nonton D’masiv,” kata Tari.
Fadil menilai atraksi drone mampu menjadi pengganti kembang api dan membawa pesan kebersamaan.
“Kalau untuk pertunjukan drone memang tahun kemarin juga sangat meriah, saya harap untuk penutupan tahun 2025 lebih meriah lagi,” ujarnya.
“Kita juga dari Banten turut berduka, kita saling support aja, entah dari logistik maupun doa, kita saling membantu,” ucap Fadil.
Hujan ringan yang mengguyur Bundaran HI tidak menyurutkan antusiasme warga.
Ribuan orang tetap bertahan di sekitar panggung utama dengan payung dan jas hujan.
“Udah tahu hujan, jarang-jarang bisa ngerayain tahun baru bareng banyak orang,” kata Jessi (27), warga Bekasi.
Hal senada disampaikan Ardi (31), warga Jakarta Selatan.
“Kalau cuma hujan sih enggak masalah. Yang penting acaranya jalan, Ini momen setahun sekali,” ujarnya.
Di tengah hujan dan keramaian, sebagian warga tampak menikmati suasana sambil berbagi payung dan bernyanyi mengikuti alunan musik.
Malik (24), pengunjung asal Tangerang, menyebut malam itu tetap berkesan.
“Capek pasti, basah juga, tapi seru,” ujar Malik.
Pantauan
Kompas.com
hingga menjelang pergantian tahun, kawasan Bundaran HI masih dipadati warga.
Aparat kepolisian dan petugas gabungan terus bersiaga mengatur arus massa dan menjaga keamanan.
Sementara perayaan malam tahun baru tetap berlangsung meski cuaca kurang bersahabat dan kembang api sempat muncul di tengah larangan.
(Reporter: Hafizh Wahyu Darmawan | Editor: Abdul Haris Maulana)
Copyright 2008 – 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.